DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Aceh mengusulkan lima langkah strategis untuk mendorong pengembangan Blok Andaman agar tidak hanya mempercepat investasi sektor migas, tetapi juga mampu menghadirkan nilai tambah melalui hilirisasi industri berbasis gas di Aceh.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pengamat ekonomi Aceh sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Rustam Effendi, menilai hilirisasi migas dari Blok Andaman berpotensi memberikan dampak ekonomi yang sangat besar bagi Aceh.
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Persetujuan Plan of Development (POD) I Lapangan Tangkulo di Blok Andaman dinilai menjadi momentum penting bagi Aceh untuk kembali membangun kejayaan industri berbasis gas.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (FISIP USK), Dr. Hamdani M. Syam, MA, menilai pengembangan Blok Andaman membutuhkan kesamaan langkah antara pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh. Sinergi itu penting agar potensi gas di kawasan tersebut tidak hanya menopang kebutuhan energi nasional, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi Aceh.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Bagi banyak orang, India terasa jauh. Tapi tidak bagi Aceh. Kepulauan Andaman & Nicobar -- wilayah India di tengah Samudra Hindia -- justru berada lebih dekat ke Sabang dibanding ke daratan India sendiri. Titik paling selatan Nicobar bahkan hanya berjarak sekitar 150 kilometer dari ujung Aceh.
DIALEKSIS.COM | Opini - Dalam dua hari ini, publik Aceh kembali disuguhi retorika manis yang meninabobokkan. Seorang pengamat kebijakan publik dengan nada berapi-api mendesak Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem untuk mengambil langkah ekstrem: mencabut ”izin prinsip” proyek raksasa gas di Blok South Andaman.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Ir. Izarul Machdar, M.Eng., menjelaskan dua hal yang harus dipahami publik terkait Blok Andaman.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Aktivis demokrasi dan pengamat isu sosial Aceh, Sofyan, menilai polemik pengelolaan gas Blok Andaman harus dipandang lebih luas daripada sekadar persoalan teknis maupun kepentingan bisnis.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pengamat sosial dan politik, Risman A Rachman, menilai pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang menyebut urusan pengelolaan Blok South Andaman akan “diselesaikan secara adat” tidak boleh berhenti sebagai retorika komunikasi politik.
DIALEKSIS.COM | Opini - Kalian yang hari ini sibuk nongkrong di coffee shop kawasan Banda Aceh atau daerah Aceh lainnya, menyeduh sanger hangat sambil menatap layar gawai, mungkin menganggap hiruk-pikuk tentang "Blok Andaman" hanyalah deretan angka mati di rubrik ekonomi berita online. Triliunan kaki kubik gas, Plan of Development (PoD), atau wilayah di atas 12 mil laut, semua itu terdengar seperti bahasa yang belum menyentuh kepentingan Aceh.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sejumlah korporasi (termasuk BUMN) melirik hilirisasi migas di KEK Arun Lhokseumawe, Aceh, kendati proyek cadangan gas raksasa di lepas pantai Aceh (Blok Andaman) masih berproses.
DIALEKSIS.COM | Opini - Ada sebuah pertunjukan menarik, akhir pekan kemarin. Di atas podium, Ketua Umum Partai Golkar, yang juga Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mempertontonkan keahlian diplomasi tingkat tinggi untuk meredam tuntutan ekonomi Aceh dengan modal kehangatan "kekeluargaan" serta retorika "setengah kamar."
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Aktivis dan pengamat isu sosial di Aceh, Iskandar, menilai penemuan cadangan gas di Blok Andaman merupakan peluang besar yang dapat menjadi fondasi kebangkitan ekonomi Aceh.
DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Akademisi FISIP Universitas Malikussaleh, Dr. Teuku Kemal Fasya, menilai sikap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terhadap kepentingan Aceh dalam pengelolaan Blok Andaman dapat berdampak langsung terhadap masa depan Partai Golkar di Aceh.
DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Polemik mengenai persetujuan Plan of Development (POD) I Lapangan Tangkulo di Wilayah Kerja South Andaman dinilai tidak seharusnya berhenti pada perdebatan teknis mengenai penggunaan Floating Production Storage and Offloading (FPSO) atau tarik-menarik kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah. Yang jauh lebih penting, Aceh harus memastikan proyek migas raksasa tersebut menjadi pintu masuk industrialisasi berbasis gas yang mampu mengubah struktur ekonomi daerah dalam jangka panjang.
DIALEKSIS.COM | Tajuk - Pelantikan DPD I Partai Golkar Aceh di Banda Aceh, Sabtu, 11 Juli 2026, bukan sekadar ritual organisasi. Di panggung itu, Golkar Aceh memulai konsolidasi menuju Pemilu 2029. Tapi, bagi publik Aceh, seremoni tersebut menyimpan pertanyaan yang jauh lebih penting: di mana posisi Golkar dalam memperjuangkan kepentingan Aceh atas Blok Andaman?
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Juru Bicara Aksi Mahasiswa Aceh, Khalilullah, menolak keras pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menyebut persoalan Blok Andaman akan "dibicarakan setengah kamar" dengan Gubernur Aceh.
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Penemuan cadangan gas raksasa di kawasan Andaman menjadi momentum penting bagi masa depan sektor energi Indonesia. Namun, di balik optimisme terhadap potensi investasi dan peningkatan produksi gas nasional, muncul pertanyaan mendasar yang dinilai jauh lebih penting bagi Aceh: apakah kekayaan gas tersebut benar-benar akan mengubah wajah perekonomian daerah, atau justru mengulang sejarah ketika sumber daya alam melimpah belum sepenuhnya menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat setempat?
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Penandatanganan dokumen Plan of Development (PoD) I Lapangan Tangkulo, Blok South Andaman, oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menuai kritik dari kalangan mahasiswa Aceh. Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK), Fathur Aulia Al-Asyi, mendesak pemerintah pusat meninjau kembali persetujuan dokumen tersebut dengan mengakomodasi kepentingan Aceh dalam pengelolaan sumber daya minyak dan gas bumi (migas).
DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Penemuan cadangan minyak dan gas bumi (migas) di Blok Andaman dinilai sebagai momentum bersejarah bagi Aceh. Namun, potensi ekonomi yang besar itu juga menyimpan risiko apabila tidak dikelola dengan tata kelola yang baik, transparan, dan berorientasi jangka panjang.